Langsung ke konten utama

HALLO MALAYSIA PART 3 (WISATA RELIGI DAN SEJARAH)


Hari terakhir di Malaysia, destinasi selanjutnya adalah Dataran Merdeka, Bangunan Sultan Abdul Samad, Kuala Lumpur City Galery, Putra Jaya Area dan Batu Carve. Semua di hari yang sama kita singgahi karena tidak memakan banyak waktu untuk berada disini dan semua objek saling berdekatan dan hanya butuh 10-15 menit saja untuk mengabadikan moment-moment berharga di masing-masing tempat.



Yang pertama, aku dan rombongan berhenti sejenak di Dataran Merdeka. Disini hanya terlihat bangunan-bangunan pemerintah Malaysia yang tinggi dan besar. Ada beberapa halaman yang sedang di renovasi dan dalam perbaikan. Disini, paling seru jika membawa kamera untuk mengabadikan poto diri bersama latar belakang Bangunan Sultan Abdul Samad yang sangat indah. Area ini pun di khusus kan untuk para pendatang dan wisatawan jadi tidak ada lalu-lalang kendaraan yang mengganggu. Beberapa bangunan yang ada di sekitaran Dataran Merdeka :


                Tidak jauh dari Bangunan Sultan Abdul Samad jika kita berjalan agak jauh ke depan kita akan menemukan Kuala Lumpur Galery. Di dalam Galery tersebut terdapat banyak poto-poto pemerintahan Malaysia jaman dahulu. Untuk masuk ke Galery tidak dipungut biaya hanya saja kita harus mengantri untuk masuk dan mendapatkan poto dengan latar belakang IKL. Karena di objek ini sangat bagus untuk berfoto, para rombongan kami sangat sulit dikumpulkan untuk menaiki bus kembali pada saat itu. Masih banyak yang ingin mengabadikan setiap moment di setiap sudut bangunan yang megah itu. Jika rombongan para ibu-ibu sangat cocok untuk di ajak ke daerah ini karena mereka bisa menghabiskan waktu yang diberikan hanya untuk berfoto, jalan-jalan dan bercengkrama di daerah Dataran Merdeka ini.
                              
Selanjutnya, rombongan di ajak ke daerah pemerintahan baru Malaysia yang diberi nama Peputra Jaya. Untuk di objek wisata ini rombongan di biarkan agak lama karena banyak sudut yang bisa didatangi seperti, jembatan, daerah perkantoran, lapangan putra jaya, dan Masjid Putra Jaya.  Disini kami juga istirahat, makan dan sholat zuhur. Jembatan yang dilintasi benar-benar melambangkan daerah melayu ditunjukkan dengan motif-motif melayu, dibawah jembatan dibuat seperti taman yang bisa digunakan untuk rekreasi dan olahraga sore.
 Setelah itu kami menuju lapangan Peputra Jaya yang mana sering dijadikan tempat titik kumpul untuk event-event dan rombongan wisata yang datang. Disekitaran lapangan ini banyak sekali bus-bus pariwisata yang parkir karena bagian bawah dari lapangan ini terdapat tempat makan, masjid dan juga tempat berbelanja oleh-oleh seperti, aksesoris, baju sablon dan makanan-makanan tradisional Malaysia.



Setelah makan di lantai bawah lapangan Peputra Jaya, waktunya sholat zuhur di Masjid merah Peputra Jaya. Masjid ini terlihat elegan dengan dinding merah dan desain melayu kental. Masjid ini sangat luas dan terdiri dari beberapa lantai. Dari pagar kita sudah berada di lantai 1 yang mana terdapat ruang sholat perempuan bagian kiri dan ruang sholat lelaki di bagian kanan. Jika ingin mmapir ke masjid ini tidak dianjurkan untuk memakai celana jeams dan baju yang tidak menutupi bokong karena harus menggunakan pakaian syari yang tidak memperlihatkan bentuk tubuh. Tapi tenang, jika memang tidak memiliki baju syari, masjid ini nantinya akan menegur kita dan memberikan jubah sebagai pengganti baju menurut aturan syar’i.



Bangunan masjid ini sangat luas, jadi jika kita hendak naik atau turun lantai bangunan harus menggunakan lift yang tersedia. Didalam lift juga akan diberi petunjuk seperti lantai untuk berwudhu, lantai untuk khusus wanita dan TK, lantai khusus laki-laki, dan lantai yang hanya digunakan untuk aula. Hanya saja, tulisannya tidak seperti bahasa indonesia tetapi menggunakan bahasa melayu yang mudah dipahami namun susah untuk di mengerti. Area masjid ini selain insfrastrukturnya yang bagus, ada juga yang menjadi nilai plus yaitu fasilitasnya yang sangat memadai, kebersihan, pengamanan, serta penyusunan tempat kendaraan yang rapi. Bagi teman-teman yang nantinya ingin ke Malaysia sangat dianjurkan berkunjung ke destinasi pemerintahan Peputra Jaya karena akan menjadi objek wisata lengkap hanya dengan sekali jalan.

                Objek wisata terakhir di Malaysia adalah patung batu Carve, disini karena merupakan gabungan dari objek wisata religi dan sejarah banyak masyarakat hindu dari india yang berdatangan dan mencari nafkah disekitaran batu carve ini, ada patung besar yang merupakan dewa mereka menjulang tinggi di bagian tengah lapangan, di kiri kanan patung tersebut terdapat tempat sembahyang dan perbelanjaan alat-alat sembahyang untuk umat yang menganut agama hindu. Jika berkunjung kesini, jangan heran kalau kamu banyak menjumpai orang india dan orang-orang asing yang beragama hindu. 
Selain mengunjungi objek wisata disini mereka juga sembahyang dan menikmati makanan yang dijual oleh orang india juga. Pada bagian kiri patung besar ini, terdapat tangga warna-warni yang katanya jumlah anak tangga lebih kurang 100 anak tangga. Karena sudah lumayan ramai para wisatawan datang mengunjungi tempat ini, objek wisata di desain sedemikian rupa dengan warna-warna yang indah agar mata tetap di manjakan walaupun tidak banyak aktivitas yang bisa dilakukan disini.
 

Setelah semua objek dikunjungi pada hari itu, kami besoknya langsung menuju Malaka untuk menghabiskan hari terakhir sebelum menuju Pekanbaru menggunakan kapal laut. Perjalanan dari Malaysia ke Malaka masih tetap sama selama 2 jam. Di Malaka sebelum menuju penginapan ada beberapa objek yang kami kunjungi. Objek itu adalah rumah merah, museum dunia melayu, dan Mall dataran pahlawan yang merupakan pusat perbelanjaan yang terkenal di Malaka.
                Di sekitaran rumah merah ini ada satu yang menjadi perhatian banyak pengunjung yaitu becak motor dengan variasi pernak-pernik dan lagu yang diputar dengan volume sangat keras mengitari jalanan sekitaran rumah merah ini. Ada beberapa variasi becak motor seperti, hello kitty, doraemon, spiderman, dihiasi seluruhnya di becak motor tersebut. Jika kita ingin naik becak motor tersebut kita bisa memilih hiasan apa yang diinginkan dan lagu apa yang ingin diputarkan. Selama berkeliling rumah merah tersebut tidak akan bosan karena suara musik keras dari becak motor tersebut menemani perjalanan kita. Selain itu, ada juga beberapa kuda yang bisa kita naiki dengan variasi hiasan juga. 


Pokoknya, jika kita singgah didaerah rumah merah ini jangan takut untuk berjalan jauh karena banyak alternatif kendaraan yang bisa kita gunakan selama disini. Eeeeits, tapi semua alternatif itu tidak gratis ya ehehe masing-masing kendaraan punya biaya nya masing-masing.
Berjalan lagi tidak jauh beberapa meter kita sudah menemukan bangunan museum melayu dunia islam. Pada saat itu aku dan rombongan tidak menyempatkan masuk ke dalam museum tersebut karena kegiatan yang dipersilahkan tour leader hanyalah berbelanja oleh-oleh disekitaran museum tersebut dan boleh juga berbelanja di Mall yang harganya rata-rata diatas kisaran sebenarnya.
 Satu hal yang menarik di Mall ini, ada beberapa bagian yang mendominasi hanya untuk menjual pernak-pernik, kaos sablon dan obat-obatan untuk dijadikan oleh-oleh. Jika kita masuk ke dalam Mall, suasan terasa sama halnya dengan mall-mall biasa. Banyak di jual barang-barang ber merk dan juga tempat makan yang sudah terkenal. Ketika kita turun ke lantai dasar mall barulah kita temukan tempat perbelanjaan khusus oleh-oleh. Di lantai dasar ini, semua barang yang di jual cukup terjangkau tapi semua kaos sablon dan pernak-pernik sudah berganti nama menjadi Malaka. Mereka menjual barang-barang untuk dijadikan oleh-oleh mengatasnama kan Malaka.
                Bermalam di Malaka sebelum besok pagi kembali ke Pekanbaru. Suasana malam Malaka lebih tenang tetapi terlihat banyak kendaraan lalu lalang yang membuat jalanan menjadi cukup ramai. Di Malaka pada saat itu sekitaran pukul 21:00 waktu bagian Malaka sudah banyak toko yang tutup, berbeda dengan Malaysia yang makin malam makin terlihat ramai. 
Suasana sekitaran hotel saat di Malaka sangat sangat nyaman dan juga pada saat itu di lapangan dekat dengan hotel ada acara bazaar yang sedang berlangsung membuat suasana hati jadi tenang ketika lapar, dan suasana hati jadi gembira di iringi oleh lagu yang sedang bergeming.

                KEESOKAN HARINYA, PULANG KEMBALI KE INDONESIA BAGIAN PEKANBARU. SENIN KEMBALI KE SEKOLAH DAN BERTEMU MURID SERTA REKAN – REKAN KERJA. SEMANGAT!

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pelayanan (keterlambatan) E-Tilang

                     Assalamualaikum wr wb.                                 Ini adalah postingan pertama di blog baru aku tentang kejadian yang memang ‘real’ terjadi. Jadi tuh ini sebagai informasi dan juga prosedur tata cara gimana pengambilan SIM/STNK yang kena tilang tapi tidak mengikuti sidang dan sudah lama dari tanggal yang ditentukan. Banyak yang bertanya pasti deh. “Emang bisa ngambil SIM/STNK di luar jadwal sidang?” “Emang boleh kalau tidak mengikuti sidang pengambilan SIM/STNK?” “Ada sanksi nya gak kalau ambil SIM/STNK lewat dari tanggal sidang?”                 Jawabannya, tentu bisa. Tapi ada baiknya kalau kita menjadi seseorang yang tepat...

HALLO MALAYSIA PART 2 (SATU HARIAN DI GENTING HIGHLAND)

Di hari selanjutnya, aku dan rombongan menuju destinasi selanjutnya yaitu pusat pemerintahan Malaysia. Istana negara Malaysia, disini kita hanya bisa berfoto dari halaman depan istana tersebut karena letak istana jauh dari jangkauan. Istana ini terletak agak mendaki dan memiliki pagar yang cukup besar didepannya jadi tidak ada yang bisa masuk kecuali orang-orang yang memang berkepentingan untuk pemerintahan. Di depan pagar istana ini ada lapangan luas yang biasanya digunakan untuk para wisatawan mengambil moment seperti foto didepan satpam yang memiliki kuda sebagai penjagaannya, latar belakang istana negara serta pagar istana yang indah. Pada saat itu, rombongan kami tidak terlalu lama di istana ini karena cuaca yang sangat panas. Di hari yang sama, aku dan rombongan melanjutkan perjalanan ke inti destinasi yaitu Genting Highland, jarak dari Malaysia kota ke Genting berkisar lebih kurang 2 jam melihat situasi arus kemacetan jalanan. Lokasi Genting ini   berada di ketinggian ...