Hari terakhir di Malaysia,
destinasi selanjutnya adalah Dataran Merdeka, Bangunan Sultan Abdul Samad,
Kuala Lumpur City Galery, Putra Jaya Area dan Batu Carve. Semua di hari yang
sama kita singgahi karena tidak memakan banyak waktu untuk berada disini dan
semua objek saling berdekatan dan hanya butuh 10-15 menit saja untuk
mengabadikan moment-moment berharga di masing-masing tempat.
Yang pertama, aku dan rombongan
berhenti sejenak di Dataran Merdeka. Disini hanya terlihat bangunan-bangunan
pemerintah Malaysia yang tinggi dan besar. Ada beberapa halaman yang sedang di renovasi
dan dalam perbaikan. Disini, paling seru jika membawa kamera untuk mengabadikan
poto diri bersama latar belakang Bangunan Sultan Abdul Samad yang sangat indah.
Area ini pun di khusus kan untuk para pendatang dan wisatawan jadi tidak ada
lalu-lalang kendaraan yang mengganggu. Beberapa bangunan yang ada di sekitaran
Dataran Merdeka :
Tidak
jauh dari Bangunan Sultan Abdul Samad jika kita berjalan agak jauh ke depan
kita akan menemukan Kuala Lumpur Galery. Di dalam Galery tersebut terdapat
banyak poto-poto pemerintahan Malaysia jaman dahulu. Untuk masuk ke Galery
tidak dipungut biaya hanya saja kita harus mengantri untuk masuk dan
mendapatkan poto dengan latar belakang I❤KL. Karena di objek ini sangat
bagus untuk berfoto, para rombongan kami sangat sulit dikumpulkan untuk menaiki
bus kembali pada saat itu. Masih banyak yang ingin mengabadikan setiap moment
di setiap sudut bangunan yang megah itu. Jika rombongan para ibu-ibu sangat
cocok untuk di ajak ke daerah ini karena mereka bisa menghabiskan waktu yang
diberikan hanya untuk berfoto, jalan-jalan dan bercengkrama di daerah Dataran
Merdeka ini.
Selanjutnya, rombongan di ajak ke
daerah pemerintahan baru Malaysia yang diberi nama Peputra Jaya. Untuk di objek
wisata ini rombongan di biarkan agak lama karena banyak sudut yang bisa
didatangi seperti, jembatan, daerah perkantoran, lapangan putra jaya, dan
Masjid Putra Jaya. Disini kami juga
istirahat, makan dan sholat zuhur. Jembatan yang dilintasi benar-benar
melambangkan daerah melayu ditunjukkan dengan motif-motif melayu, dibawah
jembatan dibuat seperti taman yang bisa digunakan untuk rekreasi dan olahraga
sore.
Setelah itu kami menuju lapangan Peputra Jaya yang mana sering dijadikan
tempat titik kumpul untuk event-event dan rombongan wisata yang datang.
Disekitaran lapangan ini banyak sekali bus-bus pariwisata yang parkir karena
bagian bawah dari lapangan ini terdapat tempat makan, masjid dan juga tempat
berbelanja oleh-oleh seperti, aksesoris, baju sablon dan makanan-makanan
tradisional Malaysia.
Setelah makan di lantai bawah
lapangan Peputra Jaya, waktunya sholat zuhur di Masjid merah Peputra Jaya.
Masjid ini terlihat elegan dengan dinding merah dan desain melayu kental.
Masjid ini sangat luas dan terdiri dari beberapa lantai. Dari pagar kita sudah
berada di lantai 1 yang mana terdapat ruang sholat perempuan bagian kiri dan
ruang sholat lelaki di bagian kanan. Jika ingin mmapir ke masjid ini tidak
dianjurkan untuk memakai celana jeams dan baju yang tidak menutupi bokong
karena harus menggunakan pakaian syari yang tidak memperlihatkan bentuk tubuh.
Tapi tenang, jika memang tidak memiliki baju syari, masjid ini nantinya akan
menegur kita dan memberikan jubah sebagai pengganti baju menurut aturan syar’i.
Bangunan masjid ini sangat luas,
jadi jika kita hendak naik atau turun lantai bangunan harus menggunakan lift
yang tersedia. Didalam lift juga akan diberi petunjuk seperti lantai untuk
berwudhu, lantai untuk khusus wanita dan TK, lantai khusus laki-laki, dan
lantai yang hanya digunakan untuk aula. Hanya saja, tulisannya tidak seperti
bahasa indonesia tetapi menggunakan bahasa melayu yang mudah dipahami namun
susah untuk di mengerti. Area masjid ini selain insfrastrukturnya yang bagus,
ada juga yang menjadi nilai plus yaitu fasilitasnya yang sangat memadai,
kebersihan, pengamanan, serta penyusunan tempat kendaraan yang rapi. Bagi
teman-teman yang nantinya ingin ke Malaysia sangat dianjurkan berkunjung ke
destinasi pemerintahan Peputra Jaya karena akan menjadi objek wisata lengkap
hanya dengan sekali jalan.
Objek
wisata terakhir di Malaysia adalah patung batu Carve, disini karena merupakan
gabungan dari objek wisata religi dan sejarah banyak masyarakat hindu dari
india yang berdatangan dan mencari nafkah disekitaran batu carve ini, ada
patung besar yang merupakan dewa mereka menjulang tinggi di bagian tengah
lapangan, di kiri kanan patung tersebut terdapat tempat sembahyang dan
perbelanjaan alat-alat sembahyang untuk umat yang menganut agama hindu. Jika
berkunjung kesini, jangan heran kalau kamu banyak menjumpai orang india dan
orang-orang asing yang beragama hindu.
Selain mengunjungi objek wisata disini
mereka juga sembahyang dan menikmati makanan yang dijual oleh orang india juga.
Pada bagian kiri patung besar ini, terdapat tangga warna-warni yang katanya jumlah
anak tangga lebih kurang 100 anak tangga. Karena sudah lumayan ramai para
wisatawan datang mengunjungi tempat ini, objek wisata di desain sedemikian rupa
dengan warna-warna yang indah agar mata tetap di manjakan walaupun tidak banyak
aktivitas yang bisa dilakukan disini.
Setelah semua objek dikunjungi
pada hari itu, kami besoknya langsung menuju Malaka untuk menghabiskan hari
terakhir sebelum menuju Pekanbaru menggunakan kapal laut. Perjalanan dari
Malaysia ke Malaka masih tetap sama selama 2 jam. Di Malaka sebelum menuju
penginapan ada beberapa objek yang kami kunjungi. Objek itu adalah rumah merah,
museum dunia melayu, dan Mall dataran pahlawan yang merupakan pusat
perbelanjaan yang terkenal di Malaka.
Di
sekitaran rumah merah ini ada satu yang menjadi perhatian banyak pengunjung
yaitu becak motor dengan variasi pernak-pernik dan lagu yang diputar dengan
volume sangat keras mengitari jalanan sekitaran rumah merah ini. Ada beberapa
variasi becak motor seperti, hello kitty, doraemon, spiderman, dihiasi
seluruhnya di becak motor tersebut. Jika kita ingin naik becak motor tersebut
kita bisa memilih hiasan apa yang diinginkan dan lagu apa yang ingin
diputarkan. Selama berkeliling rumah merah tersebut tidak akan bosan karena
suara musik keras dari becak motor tersebut menemani perjalanan kita. Selain
itu, ada juga beberapa kuda yang bisa kita naiki dengan variasi hiasan juga.
Pokoknya, jika kita singgah didaerah rumah merah ini jangan takut untuk
berjalan jauh karena banyak alternatif kendaraan yang bisa kita gunakan selama
disini. Eeeeits, tapi semua alternatif itu tidak gratis ya ehehe masing-masing
kendaraan punya biaya nya masing-masing.
Berjalan lagi tidak jauh beberapa
meter kita sudah menemukan bangunan museum melayu dunia islam. Pada saat itu aku
dan rombongan tidak menyempatkan masuk ke dalam museum tersebut karena kegiatan
yang dipersilahkan tour leader hanyalah berbelanja oleh-oleh disekitaran museum
tersebut dan boleh juga berbelanja di Mall yang harganya rata-rata diatas
kisaran sebenarnya.
Satu hal yang menarik di Mall ini, ada beberapa bagian yang
mendominasi hanya untuk menjual pernak-pernik, kaos sablon dan obat-obatan
untuk dijadikan oleh-oleh. Jika kita masuk ke dalam Mall, suasan terasa sama
halnya dengan mall-mall biasa. Banyak di jual barang-barang ber merk dan juga
tempat makan yang sudah terkenal. Ketika kita turun ke lantai dasar mall
barulah kita temukan tempat perbelanjaan khusus oleh-oleh. Di lantai dasar ini,
semua barang yang di jual cukup terjangkau tapi semua kaos sablon dan
pernak-pernik sudah berganti nama menjadi Malaka. Mereka menjual barang-barang
untuk dijadikan oleh-oleh mengatasnama kan Malaka.
Bermalam
di Malaka sebelum besok pagi kembali ke Pekanbaru. Suasana malam Malaka lebih
tenang tetapi terlihat banyak kendaraan lalu lalang yang membuat jalanan
menjadi cukup ramai. Di Malaka pada saat itu sekitaran pukul 21:00 waktu bagian
Malaka sudah banyak toko yang tutup, berbeda dengan Malaysia yang makin malam
makin terlihat ramai.
Suasana sekitaran hotel saat di Malaka sangat sangat
nyaman dan juga pada saat itu di lapangan dekat dengan hotel ada acara bazaar
yang sedang berlangsung membuat suasana hati jadi tenang ketika lapar, dan
suasana hati jadi gembira di iringi oleh lagu yang sedang bergeming.
KEESOKAN
HARINYA, PULANG KEMBALI KE INDONESIA BAGIAN PEKANBARU. SENIN KEMBALI KE SEKOLAH
DAN BERTEMU MURID SERTA REKAN – REKAN KERJA. SEMANGAT!



















Komentar
Posting Komentar